keikhlasan kiai abdul karim pada santrinya

TAWADUKNYA KIAI ABDUL KARIM LIRBOYO

lirboyo merupakan salah satu pesantren besar dan tua yang terletak di jawa timur. pesantren di kediri ini didirikan oleh kiai abdul karim pada tahun 1910 M.

kiai manab

kiai asal magelang, jawa tengah ini lebih dikenal dengan sebutan mbah manab. beliau terkenal dengan kiai yang memiliki kepribadian baik, rendah hati, tawaduk, dan menghormati siapa saja.

bahkan konon murid dari mbah cholil bangkalan dan mbah hasyim asy’ari ini tidak pernah mendongakkan wajahnya ke langit karena tawaduknya.

dengan kesederhanaan, beliau membangun pesantren lirboyo hingga berkembang pesat. sehingga banyak orang yang senang dan damai jika berdekatan dengan beliau.

BACA JUGA

ABU HANIFAH: USIA 7 TAHUN MENGALAHKAN ULAMA TERKENAL
BIOGRAFI K.H. MAIMOEN ZUBAIR, ULAMA SEPUH TOKOH NASIONAL INDONESIA
BIOGRAFI SYAIKH MAHFUDZ AT-TURMUZI, PENGAJAR DI MASJIDIL HARAM DARI JAWA
BIOGRAFI SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI, MUALLIF KITAB INTERNASIONAL  DARI JAWA
BIOGRAFI SYAIKH IHSAN JAMPES, PENGARANG KITAB BACAAN WAJIB PELAJAR AL-AZAR

diantara kesederhanaan lainnya yang dikenang oleh keluarga besar pesantren lirboyo, khususnya para santri adalah peristiwa ketika mbah manab membawakan koper santrinya sendiri.

saat itu terdapat pemuda dengan membawa koper di depan pesantren lirboyo. ia menoleh ke kiri ke kanan untuk meminta bantuan agar membawakan kopernya. kemudian ada seorang kakek yang mendekat kepada pemuda itu. pemuda itu pun bertanya, “mbah, ini benar pesantren lirboyo?”

“ya, benar”, jawab kakek tersebut.

“saya minta tolong bawakan koper saya ini kedalam mbah” pinta pemuda tersebut.

“iya”, jawab sang kakek tenang.

kakek tersebut mengantarkan pemuda tersebut hingga ke dalam asrama peasntren. melihat hal tersebut, para santri yang melihat kejadian tersebut heran. akan tetapi mereka hanya diam saja.

ketika tiba sholat jamaah, pemuda itu juga melaksanakannya. akan tetapi dia kaget melihat kakek yang dimintainya untuk membawakan koper tadi menjadi imam. iapun akhirnya tahu bahwa kakek itu adalah sang pengasuh pesantren lirboyo.

esok harinya,pemuda tersebut boyong, pulang ke rumahnya karena malu dengan apa yang diperbuatnya kepada pengasuhnya kemarin.

sebenarnya kiai manab tidak tersinggung dengan kejadian tersebut. hanya saja sang santri baru merasa telah berbuat tidak sopan.

kisah tersebut menggambarkan bagaimana kesederhanaan mbah manab. kemungkinan besar pada saat itu mbah manab memakai pakaian orang kebanyakan, bukan pakaian yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang kiai. karena itulah para tamu ataupun santri baru tidak bisa membedakan seorang kiai dengan serang miskin.

dari tangan dinginnya, mbah manab telah melahirkan banyak kiai besar di tanah air. mungkin satu-satunya murid beiau yang masih hidup adalah syaikhona kiai maimoen zubair, pendiri dan pengasuh pondok pesantren al anwar, sarang rembang, jawa tengah.

 

azis

bernama sofyan, menitih hari demi hari hanya untuk menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. serta memberikan kebaikan pada orang lain. email kami: bachtiarazis390@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *