Cara Mempolitiki kurban sapi untuk 8 orang

 

kiai bisri syansuri adalah adik ipar kiai abdul wahab hasbullah. karena kiai bisri menikahi nur khadijah, ad ik perempuan kiai wahab. keduanya juga pernah belajar bersama kepada kiai kholil bangkalan dan kiai hasyim asy’ari.

PhotoGrid_1442789730784

keduanya juga pernah menjadi rois am PBNU. akan tetapi ada banyak perbedaan antara keduanya.kiai bisri cenderung tekstual, sedangkan kiai wahab lebih konsteksual.

konon kiai bisri pernah di datanggi seorang laki-laki yang memiliki enam anak dan satu istri. anak yang ke enam baru berusia balita. laki-laki tersebut memiliki seekor sapi yang gemuk dan berniat untuk menyembelih kurban untuk semua keluarganya, yaitu delapan orang.

 

Baca Juga:

Keikhlasan Mbah Abdul Karim Pada Santrinya, Hampir Punah

Bocah Usia 7 Tahun Takhlukkan Ulama Sesat, Pemikiran yang cemerlang

KH. Maimoen Zubair. Santri Mbah Manab Lirboyo Yang masih Sugeng

sebagaimana yang kita yakini, hewan qurban itu kelak menjadi kendaraan kita di akhirat kelak. dan laki-laki itu beranggapan bahwa sapi gemuknya dapat membawa delapan orang keluarganya.

menurut pengasuh denanyar jombang ini, dan sebagaimana yang tertuang di dalam kitab-kitab salaf, jika ingin berqurban untuk delapan orang, seekor sapi tidak cukup, harus ditambah satu ekor kambing.

akan tetapi lelaki itu masih percaya dengan logikanya. ia tidak mau menambah satu ekor lagi kambing. akhirnya lelaki itu mohon pamit dengan kiai bisri.

karena belum merasa puas, lelaki itu menemui kiai wahab, meminta jawaban yang memuaskan. setelah memaparkan tujuannya, kiai wahab sedikit heran dengan logika yang disampaikan oleh lelaki itu. akan tetapi kiai wahab dapat memaklumi logika orang awwam ini.  beliau tidak hilang akal untuk menyuruh tamunya ini untuk berqurban seekor sapi dan kambing.

kiai wahab dengan bijak berkata pada tamunya.

“sebenarnya satu ekor sapi gemuk sudah cukup untuk delapan orang . akan tetapi, anak bungsumu kan masih balita, jadi dia tidak bisa langsung naik ke punggung sapi. maka sampean juga harus menyembelih satu ekor kambing untuk menjadi anak tangga bagi anak sampean kelak di akhirat”

“ooo… begitu ya” sahut lelaki itu.

“iyaa…”

“baik, kalau begitu, nanti saya akan membeli seekor kambing”, jawab lelaki itu dengan puas.

begitulah cara kiai wahab berdakwah. memang terlihat aneh, tapi begitu luwes. meskipun inti jawabannya sama dengan kiai bisri, cara penyampaiannya keduannya sangat berbeda.

azis

bernama sofyan, menitih hari demi hari hanya untuk menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. serta memberikan kebaikan pada orang lain. email kami: bachtiarazis390@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *